Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Welcome To My Blog

Saturday, October 12, 2013

Mosfet Bekerja Sebagai Saklar/Switch

Saturday, July 6, 2013

Merantau

Merantaulah, engkau akan mendapatkan pengganti kerabat dan kawan. Bekerja keraslah karena sesungguhnya kelezatan hidup itu ada dalam kerja keras.

>> Sungguh aku melihat menggenangnya air itu akan membuatnya rusak. Jika ia mengalir maka ia menjadi bagus, dan jika tidak mengalir maka dia tidak bagus.
>> Singa-singa itu, andaikan tidak pernah meninggalkan sarangnya, dia tidak akan mendapatkan mangsa.
>> Dan anak panah takkan pernah mengenai sasaran jika tidak meninggalkan busurnya.
>> Matahari itu andaikan dia berhenti terus di orbitnya, pasti semua manusia akan menjadi bosan kepadanya, baik orang ‘Ajam maupun Arab.
>> Bijih emas itu tidak ada bedanya dengan tanah biasa di tempat-tempat asalnya. Jika bijih emas itu meninggalkan negeri asalnya, maka menjadi mahal harganya.
>> Sedangkan cendana adalah sejenis kayu bakar saja di negeri asalnya, dan jika kayu cendana itu meninggalkan negeri asalnya maka ia pun semahal emas.

Orang berilmu dan beradab tidak akan tinggal diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, kau akan dapatkn pengganti kerabat dan kawan.
Berlelah-lelah lah, manisnya hidup terasa setelah berjuang..

(Imam asy-Syafi’i)

Sunday, August 12, 2012

Kewajiban Menutup Aurat

Postingan gue kali ini bakal ngebahas soal hijab, wanita yang diwajibkan menutup auratnya ...
gue pernah denger temen gue bilang begini "Liat deh tuh orang pke jilbab tapi kelakuannya masih kyk gitu, hatinya masih rusak, bicaranya masih sembarangan. Buat apa die pke jilbab ? cuma buat kedok doang"

Bahkan pernah ada yg bercerita ke gue seperti ini "semalem gue jalan2 keluar, liat cewek pake jilbab. Ternyata dia psk"

Naudzubillahminzallik .. gue takut mereka salah kiprah ..
memang saat ini banyak perdebatan, manakah yang harus dihijab terlebih dahulu ?
hati atau aurat ?

Suatu sore pas lagi nunggu magrib, gue denger ceramah d TV dr seorang Ustad.
Beliau berkata "Wanita apa bila dia telah akhir baligh maka dia diwajibkan untuk menutup auratnya"

Sampai disitu gue semakin termenung, berfikir atas ucapan yang sudah gue dengar dr beberapa orang selama ini klo wanita yg kelakuannya msi rusak belum pantas pakai jilbab..
Astagfirullah, Ternyata jalan pemikiran seperti itu salah. Semoga mereka yang berbicara seperti ini cepat2 disadarkan oleh Allah SWT. Amiiiin ...

Semakin penasaran akhirnya gue search di link nya Ustad Yusuf Mansyur ..
berikut penjelasan beliau :

ALLAH MERAHMATI WANITA BERJILBAB

Biasa kita dengar adalah ”Buat apa berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih, masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab! Yang penting kan hati! lalu tercenunglah saudari kita ini membenarkan pendapat kawannya.
 
Syubhat lainnya lagi adalah ”Liat tuh kan ada hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati, menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula keislaman kita walau kita tidak berkerudung!. Benarkah demikian ya ukhti?

Saudariku muslimah semoga Allah merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan berpendapat demikian maka wajiblah baginya untuk bertaubat kepada Allah Ta’ala memohon ampun atas kejahilannya dalam memahami syariat yang mulia ini. 

Jika agama hanya berlandaskan pada akal dan perasaan maka rusaklah agama ini. 
Bila agama hanya didasarkan kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci, maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang yang beragama nasrani, hindu, budha dan orang kafir lainnya.
Lihatlah dengan seksama ada iantara mereka yang baik hatinya, lemah lembut, dermawan. Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka adalah muslim?
Tentu akal anda akan mengatakan "tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan syahadatin, mereka idak memeluk islam. Tentu anda akan sependapat dengan saya bahwa kita menghukumi seseorang berdasarkan perbuatan yang nampak (zahir) dalam diri orang itu.

Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab, apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah ataukah tidak?
Sulit untuk menduga jawabannya karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan wanita non muslimah lainnya. Ada kaidah ushul fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir amma al bawathin fahukmuhu “ala llah’ artinya hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak adapun yang batin hukumnya adalah terserah Allah. 

Rasanya tidak ada yang menyangsikan kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat). Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya, paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31 dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat termaktub mereka menolak perintah Allah Ta’ala.
Justru yang kita dapati mereka merobek tirai mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai bukti ketaatan mereka. Apa yang ingin anda katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas, banyak diantara saudara kita yang tidak mengetahui bahwa hadits diatas ada sambungannya. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

“Dari Abu Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati kalian “(HR. Muslim 2564/33).

Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada nomor hadits 34 sebagai berikut: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian. (HR.Muslim 2564/34).

Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal. Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. 

Tentu kaum muslim tidak perlu bersusah payah menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat tidak akan berlomba-lomba dalam beramal (beribadah) cuku mengendalikan hati saja,
toh mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah satu kisah indah diantara kisah-kisah indah lainnya.

Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya, Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.
Urwah lahir dari nasab dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang hatinya, ia adalah orang yang paling lembut hatinya toh masih bersusah payah giat beramal, bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang pohon yang tegak tidak bergeming karena lamanya ia berdiri ketika shalat.

Aduhai.. betapa lalainya kita ini.. banyak memanjangkan angan-angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan generasi pendahulu kita.

Wednesday, August 1, 2012

Ayo Sebagai Khalifah Koreksi Diri


Seandainya saja kita sebagai khalifah bisa mengoreksi diri terhadap 2 hal ini :

Aku tertawa (heran) melihat orang-orang yang selalu mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang-orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Allah ridho atau murka terhadapnya... (Salma Al-Farisi, Imam Ahmad).

Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi...

Monday, June 6, 2011

RLC Seri, Parelel, dan Gabungan

Arus Bolak balik

Node Voltage dan Teorema Superposisi

Potensiometer dan Teorema Mesh Loop

Rangkaian Dasar Listrik

Pendidikan Untuk Anak Abnormal

Pada materi ini, saya akan mengulas tentap penidikan untuk anak abnormal, lebih spesifiknya yaitu pendidikan untuk anak autis. Setiap anak autis memiliki kemampuan serta hambatan yang berbeda-beda. Ada anak autis yang mampu berbaur dengan anak-anak ’normal’ lainnya di dalam kelas reguler dan menghabiskan hanya sedikit waktu berada dalam kelas khusus namun ada pula anak autis yang disarankan untuk selalu berada dalam kelas khusus yang terstruktur untuk dirinya. Anak-anak yang dapat belajar dalam kelas reguler tersebut biasanya mereka memiliki kemampuan berkomunikasi, kognitif dan bantu diri yang memadai. Sedangkan yang masih membutuhkan kelas khusus biasanya anak autis dimasukkan dalam kelas terpadu, yaitu kelas perkenalan dan persiapan bagi anak autis untuk dapat masuk ke sekolah umum biasa dengan kurikulum umum namun tetap dalam tata belajar anak autis, yaitu kelas kecil dengan jumlah guru besar, dengan alat visual/gambar/kartu, instruksi yang jelas, padat dan konsisten, dsb.

Selain itu, untuk peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan dan pendidikan anak autism aka perlu adanya adanya pendidikan integrasi dan implementasinya dalam bentuk group/kelas (sekolah), individu (one on one) serta pembelajaran individual melalui modifikasi perilaku.

Adapun pendidikan integratif itu adalah :
  • Mengintegrasikan anak autis dengan anak normal sepenuhnya 
  • Mengintegrasikan pendidikan anak autisl dengan pendidikan pada umumnya 
  • Mengintegrasikan dan mengoptimalkan perkembangan kognisi, emosi, jasmani, intuisi, pada autis 
  •  Mengintegrasikan manusia sebagai mahluk individual sekaligus mahluk social

Beberapa lembaga pendidikan (sekolah) yang selama ini menerima anak autis adalah sebagai berikut :
  • Anak Autis di sekolah normal dengan Integrasi penuh 
  • Anak Autis di sekolah Khusus 
  • Anak Autis di Sekolah Luar Biasa (SLB) 
  • Anak Autis dengan menjalani terapi

Adapun Metode belajar yang tepat bagi anak autis disesuaikan dengan usia anak serta, kemampuan serta hambatan yang dimiliki anak saat belajar, dan gaya belajar atau learning style masing-masing anak autis. Metode yang digunakan biasanya bersifat kombinasi beberapa metode. Banyak, walaupun tidak semuanya, anak autis yang berespon sangat baik terhadap stimulus visual sehingga metode belajar yang banyak menggunakan stimulus visual diutamakan bagi mereka. Pembelajaran yang menggunakan alat bantu sebagai media pengajarannya menjadi pilihan. Alat Bantu dapat berupa gambar, poster-poster, bola, mainan balok, dll. Pada bulan-bulan pertama ini sebaiknya anak autis didampingi oleh seorang terapis yang berfungsi sebagai guru pembimbing khusus.

Pengajar yang dibutuhkan bagi anak autis adalah orang-orang yang selain memiliki kompetensi yang memadai untuk berhadapan dengan anak autis tentunya juga harus memiliki minat atau ketertarikan untuk terlibat dalam kehidupan anak autis, memiliki tingkat kesabaran yang tinggi, dan kecenderungan untuk selalu belajar sesuatu yang baru karena bidang autisma ini adalah bidang baru yang selalu berkembang.

Suasana belajar seperti apa yang dibutuhkan anak autis tergantung dengan kemampuan dan gaya belajar masing-masing anak autis. Ada anak autis yang mencapai hasil yang lebih baik bila dibaurkan dengan anak-anak lain, baik itu anak ’normal’ maupun anak-anak dengan kebutuhan khusus lainnya. Ada anak autis yang lebih baik bila ditempatkan pada suasana belajar yang tenang, tidak banyak gangguan atau stimulus suara, warna, atau hal-hal lain yang berpotensi mengalihkan perhatian.

Hal-hal yang diajarkan dalam pendidikan anak autis seperti komunikasi (bahasa ekspresif dan reseptif), ketrampilan bantu diri, ketrampilan berperilaku di depan umum, setelah itu dapat diajarkan hal lain yang disesuaikan dengan usia dan kematangan anak serta tingkat inteligensi.

Adapun Batas usia anak autis untuk memperoleh pendidikan serta umur yang tepat untuk anak yang sudah dapat dilepas masuk sekolah umum adalah tergantung pada kemampuan anak, gaya belajar anak, serta sejauh mana kerjasama antara orangtua atau pengasuh dengan pendidik atau terapis.

Pada kenyataannya, anak-anak autis yang telah menjalani terapi tidak dapat langsung dimasukkan ke sekolah pada umumnya. Memang ada sebagian anak autis yang dapat bersekolah di sekolah konvensional, namun tidak sedikit pula yang membutuhkan sekolah berkebutuhan khusus. Maka itu, diperlukan gabungan antara terapi dan edukasi yang tepat sehingga anak-anak berkebutuhan khusus ini mampu untuk tumbuh dan belajar sesuai kemampuan dan keadaan mereka. Sistem pendidikan khusus dibentuk bagi anak berkebutuhan khusus lengkap dengan terapi, medis, dan edukasi yang memberi perubahan besar terhadap perkembangan mereka.

Adapun beberapa langkah penanganan anak autis adalah sebagai berkut :
  • Tentukan jumlah anak autisme yang akan diterima misal, dua anak dalam satu kelas dan lain-lain. 
  • Lakukan tes untuk melihat kemampuan serta menyaring anak 
  • Setelah tes, wawancara orang tua untuk melihat pola pikirnya, apa tujuan memasukkan anak ke sekolah. 
  • Buatlah kerangka kerja dan hasil observasi awal. 
  • Susun bagaimana mengatur evaluasi anak dalam hal: siapa yang bertanggung jawab mengawasi, menerima complain, periode laporan perkembangan dan lain-lain. 
  • Buatlah kesepakatan antara orang tua dan sekolah bahwa hasil yang dicapai adalah paling optimal.